Resepi Ikan Sardin Goreng Pedas Khas Malaysia
Resepi Ikan Sardin Goreng Pedas Khas Malaysia

Resepi Ikan Sardin Goreng Pedas Khas Malaysia

Posted on

Ikan sarden sangat cocok bagi yang sibuk, tidak perlu keterampilan khusus dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk memasak ikan sarden, kali ini saya akan berbagi info melihat proses pembuatan ikan sardines, berdasarkan pengalaman pribadi dalam rangka magang kerja di salah satu pabrik pengalengan ikan. Semoga bermanfaat buat kita semua

Resepi Ikan Sardin Goreng Pedas Khas Malaysia
Resepi Ikan Sardin Goreng Pedas Khas Malaysia

Olahan ikan yang satu ini memang kerap kali di jadikan solusi bagi sebagian orang yang malas memasak ikan segar. Selain, rasanya yang enak dan gurih kemudahan pengolahan yang di tawarkan membuat sarden semakin akrab saja di kalangan masyarakat. Bermacam olahan juga bisa di buat dari olahan ikan yang di kemas dalam wadah kaleng ini, mulai dari di tumis, di campur sayuran hijau, di makan dengan roti tawar, di jadikan saus spaghetti, dll.

Bahan Resepi Masak Ikan Sardin Pedas :

  • 6 tangkai cili kering di kisar
  • 5 tangkai cili padi
  • 3 ulas bawang merah di kisar
  • 2 ulas bawang putih di kisar
  • 2 inci halia di hiris
  • 2 keping asam keping
  • 1 biji bawang besar
  • 1 tin sardin saiz sederhana
  • Gula dan garam secukup rasa.

Cara Cara Untuk Memasak Resepi Ikan Sardin Goreng :

  1. Asingkan ikan sardin dengan kuah tersebut.
  2. Panaskan minyak dan goreng ikan sardin dengan api yang pelan.
  3. Berhati hati ye, minyak akan meletup2.
  4. Pastikan anda ambil penutup periuk dan tutup kuali tersebut.
  5. Kalau tak, habis dinding dapur penuh dengan minyak.
  6. Bila dah separuh garing, anda boleh angkat ikan tersebut.
  7. Ikan sardin kelihatan sedikit hitam, tak pe, bukan pahit pun, hitam tu sebab kuah yang melekat di badan ikan tersebut.
  8. Lagi garing lagi sedap, sebab ada rangup2 sedikit ditepi2.
  9. Tumis bahan2 yang sudah di kisar sehingga garing dan naik minyak.
  10. Bila dah garing, masukkan pula kuah sardin yang mula2 kita asingkan tadi.
  11. Gaul sehingga masak dan sebati.
  12. Masukkan pula bawang besar, cili padi dan halia.
  13. Halia ni terpulang pada anda, sama ada nak letak atau tidak.
  14. Macam saya, saya memang suka halia.
  15. Akhir sekali masukkan ikan yang sudah di goreng tadi, asam keping, gula dan garam.
  16. Jika terlalu kering, anda boleh tambah air sedikit.
  17. Biar seketika sehingga mendidih dan naik minyak.

Tambahan :

Pengalengan ikan adalah salah satu teknik pengolahan dengan cara memanaskan ikan dalam wadah kaleng yang di tutup rapat untuk menonaktifkan enzim, membunuh mikroorganisme, dan mengubah ikan dalam bentuk mentah menjadi produk yang siap di sajikan tetapi memiliki kandungan nilai gizi yang sedikit menurun karena proses denaturasi protein akibat proses pemanasan bila di bandingkan dengan ikan segar, namun lebih tinggi bila di bandingkan sumber protein nabati seperti tahu dan tempe.

Metode pengawetan dengan cara pengalengan di temukan oleh nicholas appert, seorang ilmuwan prancis. Pengalengan makanan merupakan suatu cara pengawetan bahan bahan makanan yang di kemas secara hermetis dan kemudian di sterilkan. Pengemasan secara hermetis dapat di artikan bahwa penutupannya sangat rapat, sehingga tidak dapat di tembus oleh udara, air, kerusakan akibat oksidasi, ataupun perubahan cita rasa. Di dalam pengalengan makanan, bahan pangan di kemas secara hermetis (hermetic) dalam suatu wadah, baik kaleng, gelas, atau alumunium.

Pada pengawetan pangan, secara teknis ada beberapa cara yang menggunakan prinsip mikrobiologis yaitu mengurangi jumlah seminimal mungkin mikroorganisme pembusuk, mengurangi kontaminasi mikroorganisme, menciptakan suasana lingkungan yang tidak di sukai oleh mikroorganisme dengan cara pemanasan dan radiasi. Pemusnahan mikroorganisme dengan pemanasan pada pengalengan ikan pada prinsipnya menyebabkan denaturasi protein, serta menonaktifkan enzim yang membantu proses metabolisme. Penerpan panas dapat bermacam macam tergantung dari jenis mikroorganismenya, fase mikroorganisme, dan kondisi lingkungan spora bakteri. Semakin rendah suhu yang di berikan semakin banyak waktu yang di perlukan untuk pemanasan. Pada pengalengan, yang perlu di waspadai adalah bakteri anaerob seperti closteridium botullinum yang tahan terhadap suhu tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *